Di ruang guru pasti ada data-data tentang para siswa. Tak peduli dengan cara apa, pokoknya aku harus menggali segala informasi tentang Siska. “Eh iya, dia ‘kan anak kepala sekolah?” Kenapa aku baru sadar sekarang? Kok bodoh sih? Mengorek informasi dari salah satu guru pun seharusnya cukup untuk mendapatkan lokasi kediaman beliau. Maka seketika itu pula tubuhku berbalik arah. Sol sepatu hitam yang kukenakan menabrak permukaan kubangan air berlumpur. Tak ayal, cairan kotor itu menciprat keras hingga mengenai murid sekitar. Beberapa dari mereka ada yang menggerutu. Tapi aku tak peduli. Pergerakanku cukup lincah hingga sanggup berkelit menembus padatnya situasi. Walau tentu saja, pembalut di balik celana terasa mengganjal hingga menyulitkanku untuk berlari. Sekilas pandanganku menangkap

