Lima Puluh

1030 Kata

"Baik, Bianca baik-baik saja, Pak." Kata-kata Arlan tadi terus terngiang di telinga Pak Hanggono. Laki-laki paruh baya itu tidak dapat melupakan satu kebohongan yang Arlan berikan padanya, terlebih saat dia melihat putri kecilnya hanya terdiam memandang langit di taman belakang. Kesehatannya memang secara perlahan mulai pulih, tapi tetap saja hal itu tidak membuat luka di hati Pak Hanggono sembuh, dia masih menginginkan balasan yang setimpal pada pria yang telah menghancurkan putrinya dan membohonginya lebih dari tiga tahun. Pak Hanggono mengepalkan tangannya dan memukul kusen yang ada di sampingnya. Hal itu dia lakukan hanya agar amarahnya sedikit mereda dan dia dapat duduk bersama putri kesayangannya. Pak Hanggono tidak ingin jika ketika bersama putrinya tanpa sengaja dia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN