"Aku berangkat dulu Bi, do'akan hari ini aku mendapatkan Koki yang sesuai dengan harapanku," kata Dylan sesaat sebelum memasuki mobilnya. Ini adalah hari ketiga Dylan bekerja di caffe-nya sebagai Koki. Sedikit aneh memang, bagaimana seorang pemilik caffe harus turun tangan ke dapur dan berkutat dengan bahan makanan yang sudah sangat lama tidak di pegangnya. Tapi bagaimana lagi, semua hanya agar caffe-nya tetap berjalan dan tidak sampai membuat apa yang telah di bangunnya hancur begitu saja. "Aamiin," kata Bianca yang untuk ketiga kalinya mengantar kepergian suaminya yang akan berangkat kerja. Tidak ada ritual spesial untuk melepas kepergian Dylan, semuanya tetap sama, hanya kata-kata pamit dari Dylan dan senyuman dari Bianca--tanpa kecupan atau cium tangan selayaknya suami istri

