Monica hanya dapat menatap punggung Dylan yang mulai menjauh dan menghilang dari pandangannya. Ada rasa tak rela menyeruak di dalam dirinya saat mengetahui jika pria yang pernah menjadi miliknya itu telah menjadi milik perempuan lain. Ok, semuanya memang belum pasti, tapi dari gelagat yang di tunjukkan Dylan padanya cukup bagi Monica untuk mengambil kesimpulan bahwa dia telah terbuang dari kehidupan Dylan. Menyadari hal itu rasanya dia ingin menjerit sekencang-kencangnya. Tapi apa daya, dia sendiri sadar bahwa semua ini bukanlah salah Dylan, melainkan kesalahan dirinya. "Aku masih mencintaimu, Dyl," gumam Monica dengan suara yang begitu lirih dan bulir-bulir bening mulai jatuh membasahi pipinya. Sesaat saja Monica mengeluarkan semua rasa sakit yang begitu menyesakkan dadanya.

