"Lu kuliah kagak hari ini?" Angel menggeleng manis. "Masih libur, baby honey." Ken mengangkat sebelah alisnya. "Kapan masuk?" "Beginning of March." Angel mengerjap. "Why?" "Ke kampus gue hari ini mau?" Angel terdiam. Ingat kampus Ken membuatnya teringat kembali pembullyan waktu itu. "Rabbit?" Ken menggoyang-goyang ponselnya. "There's something?" Angel menggeleng cepat mengisyaratkan tidak ada apa-apa dan dia baik-baik saja. Padahal di dalam hati gadis itu masih sedikit trauma. "Kagak bakal terjadi apa-apa lagi kok, Rabbit." Ken yang mengerti kalau Angel masih merasa takut tersenyum menenangkan. Diusapnya layar ponselnya. "Ken nunggu di parkiran. Mau?" Angel memiringkan kepalanya berpikir. "Pwease..." Ken memasang tampang memelas dengan kedua tangan menyatu di depan d**a membentu

