Dominic justru menarik diri perlahan, menyisakan jarak tipis yang menyiksa bagi Alessa. Ia menangkup wajah gadis itu, lalu mengecup keningnya lebih lama dari sebelumnya. "Tidak malam ini, Alessa," bisik Dominic. Alessa tertegun. Napasnya masih memburu, matanya membelalak tak percaya. "Apa? Kamu serius?" Dominic terkekeh, jemarinya mengusap bibir Alessa yang sedikit bengkak. "Kamu masih gemetar. Aku tidak ingin melakukannya saat kamu masih merasa harus menyerahkan diri demi perlindunganku." Alessa menyentak tangannya dari kerah kemeja Dominic. Wajahnya yang tadi penuh hasrat, seketika berubah merah padam karena malu sekaligus kesal. "Sialan kamu! Kamu yang memancingku, sekarang kamu yang berhenti?!" seru Alessa, suaranya bergetar menahan emosi. Dominic berbalik, berjalan santai m

