Permainan dewasa (Nadira POV)

1133 Kata

Saat bibir kami bertemu, aku merasakan pahitnya sisa nikotin di ujung lidah Dirgantara. Licin, dingin sekaligus lembut. Ini adalah pertama kalinya ia membalas ciumanku. Rupanya ia cukup responsif. Setiap menyesap, bunyi kecupannya akan terdengar penuh emosional. Apa ia begitu penasaran setelah kejadian tadi siang? Batinku menarik leher Dirgantara agar ciuman kami semakin dalam. Lama-lama seluruh tubuhku merinding, terangsang di sekujur nadi. Tubuhku mulai berharap lebih. "Ayo masuk." Dirgantara berbisik, melepaskan bibirnya tidak sabar. Suara yang biasanya datar dan sombong, kini terdengar penuh sengatan gairah. Darahku berdesir hebat, antara bahagia sekaligus berdebar. Mata pria itu terlihat seperti lautan segar untuk dahaga seorang perawan. Aku membiarkan tubuhku diangkat kemudian dire

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN