Malam itu kami segera pulang ke apartemen, setelah sebelumnya berbelanja bahan makanan di supermarket yang memang buka 24 jam. "lu liat baik-baik ya cara gue masak " Aku menangguk perlahan. Eh taunya dia cuma rebusin mie instan rasa soto ayam bukan soto ayam beneran. Dasar payah. " Ratih." Aku berhenti menyeruput mie lalu mengangkat alisku bertanya 'kenapa?' Shakir mengusap lehernya, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi di halangi rasa sungkan. "Eum, itu--gimana ya ngomongnya?" "apa?" "Lu udah telat berapa minggu?" "Hah?Maksudnya telat apaan?" aku membentuk kalimat pertanyaan isyarat, karena kebingungan dengan pertanyaan Shakir. "Anu, itu loh--maksud gue, semenjak kita berhubungan di Bali waktu itu, lu ngerasa telat menstruasi gak?" Ya ampun, kenapa Shakir nanya gitu. A

