PAGI itu mentari seakan datang sangat cepat, aku segera membuka mata ku, ku dapati diriku yang sudah begitu polos, tak ada sehelai benang pun yang menempel pada tubuhku. Aku melihat ke arah pria yang ada di sampingku. Iya, dialah pria yang bertanggung jawab atas semuanya ini. Dengan tenang dia masih tertidur lelap sambil memeluk tubuhku, melihat pelukannya saja membuatku jijik. Dengan pelan-pelan aku melepaskan pelukan yang tidak aku harapkan itu. Dengan langkah yang terkulai, aku memungut satu persatu baju u yang berceceran di lantai, lalu pergi ke kamar mandi. Ku dapati diriku yang begitu menyedihkan di depan cermin besar yang ada di kamar mandi. Di leher ku terdapat kissmark sisa semalam. Ya Tuhan, aku tau dia memang suamiku, tapi bukan berarti aku rela jika tubuhku pada akh

