AKU masih tertidur pulas di kasur , gak tau kenapa semenjak hamil bawaannya pengen bobo terus, nempel terus di kasur. Jangan salahin aku ya, ini bawaan bayi. "Rat, lu kok akhir-akhir ini kebo banget?" Shakir datang lalu menarik selimutku. "Jadi cewek jangan males-malesan lah." Tegur Shakir yang tengah menyiapkan baju kantornya di kamar. Biasanya aku yang menyiapkan, tapi kali ini tidak. Biar saja dia sendiri, dia kan punya tangan. Aku hanya mengacuhkannya, aku kembali menutup mataku. Bersiap untuk tidur. "WOYLAH!" Aku membuka mataku karena bentakan Shakir. Tanpa basa basi ia menyodorkan punggung tangannya. Mau ngapain sih? "Ya salam lah, suami mau berangkat masa gak di salam tangannya?" Dunia ini mau kiamat apa gimana sih? Kok dia jadi aneh gini sih, dulu aja dia jijik ban

