“Gak apa-apa kalo kamu memang gak bisa ceritain. Intinya kamu takut terbeban kalo kita lanjutin hubungan ini, gitu kan?” ujar Aro menyimpulkan. Aku mengangguk, ada perasaan lega setelah menangis lama di dalam pelukannya. Perlakuannya yang begitu lembut membuatku sangat tenang. “Sebenernya aku tau sedikit sih tentang masalahmu sama mantanmu itu,” ungkap Aro, aku pun menatapnya tak percaya. Kukira hanya aku dan orang itu yang tahu. “Kamu tau dari mana?” tanyaku. “Salah satu dari tiga orang yang bikin aku terjerat masalah waktu itu, dia temennya mantanmu.” Tiga orang yang Aro maksud pasti terkait dengan masalah pellecehan merusak nama baiknya, aku tidak terlalu terkejut. Jujur saja, aku merasa kesal. Aku mulai mencurigai tujuannya muncul di hadapanku. “Apa aja yang kamu tau tentang masa

