Hampir lebih dari dua bulan, hubungan kami berjalan cukup baik dan lancar. Tidak seburuk yang kubayangkan. Selain Aro yang bisa memperlakukanku dengan baik, ternyata obrolan kami cukup nyambung juga. Sejauh ini kami jarang sekali kehabisan bahan obrolan. Tak hanya itu, dia juga bisa menjadi teman diskusi yang menyenangkan, meski terkadang ada hal yang tidak ia ketahui, tapi ia juga tidak segan untuk bertanya dan mencoba untuk mengerti. “Gimana, udah ada jawaban dari dosen?” tanya Aro yang saat ini duduk di sebelahku. Kami sedang berada di dalam mobil, di pelataran parkir kampus. Rencananya kami akan pergi ke bioskop—untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Selama ini ia sudah sering mengajakku untuk pergi, namun selalu saja kutolak. Beruntung ia memiliki stok sabar yang begitu banyak.

