Kehidupanku kembali seperti biasa; Aro tidak lagi muncul tiba-tiba, tidak ada yang memaksaku untuk berangkat dan pulang bersama. Hanya saja… aku merasa ada sesuatu yang kurang. Aku tidak percaya kalau aku bisa merasakan hal seperti ini lagi setelah sekian lama—perasaan berharap pada orang lain. Banyak hal yang sudah terjadi setelah kehadirannya, termasuk dengan terungkitnya kembali masa laluku. Dosen sudah keluar, namun kami memutuskan untuk tetap di kelas karena hujan turun begitu deras. Aku duduk di sebelah Jasmine dengan kepala yang kubaringkan di atas meja—rasa kantukku mulai menyerang karena semalaman begadang menonton drama. “Kamu tau gak sih, foto tentang Alvaro sama Rea udah gak ada lagi,” ujar Harin pada Jasmine. “Masa sih? Kok bisa?” tanya Jasmine tak percaya. Aku bisa menden

