Rencana Liburan

1201 Kata

Kafka menatap Ava yang menangis di bawahnya. Ia menarik napas dalam dan bangkit dari atas tubuh ringkih itu. Duduk di ranjang pada kamar ruangan Ava di toko. Niat hati ingin menyatukan tubuh mereka kini hilang sudah akibat rasa tidak tega. Kafka meraup kasar wajahnya, menyesali apa yang ia lakukan. Hampir saja dirinya melecehkan Ava. Hal ini pernah ia lakukan beberapa waktu lalu. Sebesar ini cintanya pada perempuan itu yang membuat dirinya buta. Beruntung ia kali ini disadarkan kembali. "Maafkan aku, Va. Aku hanya terlalu mencintai kamu sampai aku lepas kontrol seperti ini. Aku sudah merasa frustrasi untuk mendapatkan kamu." Tidak ada jawaban dari Ava, hanya ada suara Isak tangis yang terdengar. Menghela napas dalam kembali, ia menoleh, menatap Ava yang masih meringkuk di sana. Mendekat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN