Kafka melirik Ava yang duduk tanpa suara di sampingnya. Bola mata tajam itu sesekali mengalihkan pada jalanan untuk tetap menjaga keselamatan mereka. Jalanan yang lenggang tidak harus membuat pengendara berbuat seenaknya bukan? Lampu berwarna merah terlihat menyala di depan sana, mobil yang dikendarai Kafka berhenti bersama pengendara lainnya. Mengurangi gigi, pria beralis tebal itu mengubah posisi duduk sedikit menghadap pada keberadaan Ava. "Mau diam sampai kapan?" tanya Kafka. Ia sedikit memiringkan kepala agar bisa mengintip wajah Ava. Perempuan yang wajahnya masih sembab itu melirik pria di sampingnya sekilas, tanpa ingin menjawab pertanyaan yang baru saja terlontar untuknya, ia kembali memfokuskan pandangan ke luar jendela. Kafka menghela napas dalam. Ketika akan bertanya kembali

