Suara ketukan pintu terdengar. Fokus Ava yang sebelumnya pada laptop di hadapannya teralihkan. "Masuk!" teriaknya pada seseorang di luar pintu. Tanpa menunggu mengetahui siapa yang mengetuk pintu, Ava kembali mengalihkan pandangan pada layar persegi di hadapannya. Jari lentik bergerak lincah di atas keyboard. Merasa seseorang berdiri di depan mejanya, Ava mendongak. Ia melempar senyum tipis pada perempuan berambut cokelat yang merupakan salah satu pegawai barunya. "Ada apa?" tanyanya kemudian. "Ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan Mbak Ava," jelasnya pada Ava. Kening Ava terlipat. "Wanita?" Perempuan dengan blouse ungu muda itu tampak berpikir akan seseorang yang dimaksud. "Iya, Mbak." Karin. Nama pegawai itu mengangguk. "Seorang wanita dengan luka memar di pipinya dan masih m

