__________________ "Ada apa lagi, Alang?" tanya Laras ketika ia baru sampai di salah satu cafe. "Duduklah dulu, Laras" ujar Alang seraya menarik lengan Laras dan mengajak nya untuk duduk. Laras menghelan napas lelah, kemudian menatap wajah Alang dengan tatapan penuh kekesalan. "Apa mau mu, Alang? Sudah ku bilang pergilah yang jauh, aku sudah tidak ingin lagi berurusan dengan pria seperti mu." Laras berusaha untuk bangit dari duduk nya, berniat untuk segera pergi, namun Alang menggenggam tangan Laras kuat - kuat, membuat Laras mau tidak mau harus kembali duduk. "Apa mau ku? jelas, jangan bodoh Laras, aku tidak mungkin pergi karena anak ku tertinggal di rahim mu." Alang menatap tajam tepat di kedua bola mata Laras yang nampak sedikit terkejut karena ucapan Alang. Alang sangat yakin an

