Perkataan Azam membuatnya kepikiran. Ia jadi memikirkan Mira sekarang. Terbayang wajahnya. Dan ingin melihatnya lagi. Dan sekarang Darrell mengunjungi rumah Mira dengan membawa sekeranjang buah. Rumah Mira ramai banyak orang yang masih melayat disana. Ketika Darrell masuk, banyak sekali yang melihatnya. Mira menyuruh Darrell duduk dengan para ibu-ibu yang melayat. Sedangkan Mira memberikan air minum. Mira terlihat cantik dengan wajah sembabnya itu. Darrell berdebar. “Oh... Ini pacarnya nak Mira ya?” Tanya salah seorang ibu disana. Darrell langsung menatap ibu itu. Dia tersenyum. Darrell tak tau, ia suka mendengarnya. “Bukan bu...” Kata Mira. Darrell melirik Mira sebal. Memang benar tapi, tetap saja ia tak suka Mira berkata seperti itu. Tunggu.. Darrell langsung sadar. Ia teringa

