Penghunjung Kisah Kita

1287 Kata

Dehan diam di sini, ya, Umma mau bantu papa siap-siap,” kata Rumaysha. Bayi berusia 9 bulan itu asyik memainkan sendok bekas makannya. Beruntung Rumaysha memakaikan apron makan khusus bayi. Kalau tidak, sudah kotor jas Dehan. “Ada yang kurang enggak, Kak?” tanya Rumaysha pada sang suami. Wanita itu berdiri di depan pintu kamar mereka supaya bisa memantau Dehan. “Enggak ada, Sayang. Tinggal berangkat aja, kamu udah siap, ‘kan?” “Udah kok,” balas Rumaysha. Tidak ada yang spesial dari penampilannya. Dia mengenakan gamis berwarna mocca beserta niqab-nya. Ardan yang meminta. Rumaysha sendiri belum ada niatan ber-niqab. Hanya saja, jika sudah Ardan yang menyuruh, ini menjadi kewajiban Rumaysha untuk menuruti permintaan Ardan. “Dehan mana?” Rumaysha menunjuk Dehan yang sibuk memainkan sendo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN