Kamu Tidak Boleh Pergi

1208 Kata

"Aku belum mati btw," lirih Rumaysha sambil bersandar pada kulkas. Tadi Ardan terlalu terkejut hingga refleks berteriak. Rumaysha memegang bahu Ardan dengan kuat ketika suaminya itu menggendongnya. Sudah dibilang, segala hal yang menyangkut Rumaysha selalu membuat Ardan berlebihan. "Kamu ingkar janji," ujar Ardan. Dia meletakkan Rumaysha di sofa dengan perlahan lalu bergegas menelepon ambulan. "Mana ada," balas Rumaysha lemah. "Muka kamu kenapa gini?" Rumaysha menyentuh wajah Ardan dengan pelan. Lihat, dia justru mengkhawatirkan kondisi Ardan di saat keadaan dia sendiri jauh lebih mengkhawatirkan. Ardan tidak menjawab pertanyaan Rumaysha, dia terus berdzikir seraya menggenggam kuat tangan istrinya. Tak lama suara sirine ambulan terdengar. Ardan bergegas menggendong istrinya. Tidak hen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN