So Grateful to Have You, Sayang

1585 Kata

Rumaysha berulang kali mengintip dari gorden. Suara gemericik hujan membuat gadis itu semakin khawatir dengan keadaan suaminya. Sekarang sudah pukul 9 malam. Terakhir kali dia dan Ardan saling bertukar pesan adalah siang tadi selepas bada dzuhur. Dia sempat bertanya, kapan Ardan akan pulang? Namun, mendadak saja ponsel suaminya itu ceklis satu. “Papa kamu ke mana, ya, Dek?” ujar Rumaysha seraya mengusap perut buncitnya. Perempuan itu menatap masakannya yang tersedia di meja makan. Hari ini dia memasakkan makanan kesukaan Ardan. Dia lihat, nafsu makan suaminya itu akhir ini seperti menurun semenjak mengurusi skripsinya karena Ardan mengejar banyak SKS tahun lalu. Alhasil tahun ini dia sudah bisa membuat skripsi. Ardan juga jadi sering bergadang. Laki-laki itu bertekad untuk menyelesaikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN