Senyum Rumaysha mengembang saat melihat setelan pakaian yang sudah dia siapkan untuk suaminya. Perempuan berusia 18 tahun itu melirik ke arah kamar mandi berukuran kecil yang kini pintunya tertutup, terdengar suara gemericik air di dalam sana. Setelahnya dia mengusap perutnya yang masih datar. Jelas dia begitu bersyukur dengan apa yang sudah menimpanya. Meskipun terjadi di luar dugaan, rencana-Nya begitu indah. Benar-benar tak tertebak. Sepintas terlintas di ingatannya tentang bagaimana dia dan Ardan dipersatukan. Tanpa sadar, hal tersebut membuat Rumaysha tersenyum kecil. "Hayooo mikirin apa." Tiba-tiba saja Ardan sudah duduk di sebelahnya. Hanya mengenakan celana pendek di atas lutut tanpa atasan. Untuk hal ini Ardan memang sulit diberitahukan. Dia terkesan sengaja memamerkan bagian ata

