Janjiku, tidak masalah, seberapa banyak pun kita bertengkar, aku tidak akan berhenti mencintaimu atau menyerah atas kamu. ***** “Seneng amat lo, Dan,” komentar Darfan pada Ardan yang tengah memainkan jarinya di atas keyboard laptop sambil bersenandung kecil. Wajahnya tampak berseri, ada raut kepuasan dan kesenangan di sana. Ardan menoleh sekilas ke arah Darfan lalu tersenyum simpul. Tangannya tergerak meminum kopi di cup berlogo bulat hijau yang disertai putih. “Nikah makanya,” balas Ardan membuat Darfan berdecak. “Halah songong amat lo!” sewot Darfan. Ardan menggedikkan bahunya acuh. Keduanya tengah duduk di kantin kampus. “Ardan!” Mendengar suara itu, raut wajah Ardan berubah datar. Dia langsung berdecih sinis. “Mau apa lagi, sih?” balas Ardan ketus. “Tawaran aku kemarin jadi ‘

