73

1256 Kata

Ebas berlari. Bukan, lebih tepatnya, ia berhambur seperti seseorang yang kehilangan akal. Langkah kakinya menghentak keras di atas lantai marmer, napasnya memburu, dan tangannya terus mencengkeram ponselnya erat-erat. “Cari tahu lokasi Nala sekarang juga!” suaranya meledak dalam perintah, hampir menggeram saat berbicara dengan seseorang di ujung telepon. Ia tidak peduli siapa yang melihat. Tidak peduli bagaimana para tamu yang masih berada di ballroom menatapnya dengan wajah cemas dan terkejut. Yang ia pedulikan hanyalah menemukan istrinya. “Periksa seluruh rekaman CCTV! Aku mau tahu dalam waktu kurang dari satu menit di mana dia berada!” Ebas berlari menyusuri lorong-lorong mansion, membuka setiap pintu yang ia lewati dengan kasar. Matanya liar, seperti binatang buas yang kehilanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN