60

1112 Kata

Ruangan kamar masih terasa tenang ketika Cala terus menggoyangkan tubuh Nala yang masih terlelap. Gadis kecil itu mulai panik, bibir mungilnya mengerucut, dan matanya sedikit berkaca-kaca. "Mami… bangun, Mami…" suaranya nyaris bergetar. Namun, Nala belum juga bergerak. Cala semakin cemas. "Mami kenapa? Mami sakit?" tanyanya lagi, kali ini lebih nyaring. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Biasanya, Mami selalu segera bangun ketika ia membangunkannya. Tapi kali ini tidak. Sampai akhirnya, Nala mengerjap perlahan. Kelopak matanya terbuka, dan ia mendapati sosok kecil putri sambungnya sudah berada di sampingnya, menatapnya dengan mata bulat yang dipenuhi kekhawatiran. Pipi Cala yang biasanya merona kini semakin memerah, menahan isak yang hampir keluar. Nala tersenyum lemah dan mengusap kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN