92

1196 Kata

Setelah resepsi siang yang penuh kebahagiaan, akhirnya Ebas dan Nala bisa menarik napas lega di kamar pengantin mereka. Suasana di kamar terasa tenang. Angin sepoi-sepoi dari balkon kamar hotel menyelinap masuk, membawa ketenangan setelah berjam-jam berdiri menerima tamu. Nala duduk di tepi ranjang, melepas high heelsnya dengan helaan napas lelah. Gaun pengantinnya yang masih terpakai terasa sedikit berat di tubuhnya, tapi dia terlalu malas untuk segera menggantinya. Ebas yang duduk di sofa, sudah melepas jas tuxedonya dan membuka beberapa kancing kemejanya, terlihat lebih santai tapi tetap memancarkan aura seorang pria berkelas. "Akhirnya kita bisa istirahat sebentar, Sayang," kata Ebas sambil melirik istrinya yang tampak kelelahan. "Iya, Mas. Aku pikir bakal bisa rebahan satu atau d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN