Garis yang Tak Terlihat

1399 Kata

Hari ini kantor WCTG kembali berjalan seperti biasa. Naya yang tiba tepat waktu, mengawali hari dengan menyapa beberapa rekan kerjanya yang berpapasan di lorong, lalu masuk ke ruangannya dengan langkah ringan. Naya berharap semoga hari ini hanya ada ketenangan, urusan kantor berjalan lancar tanpa ada klien yang drama ini itu tentang meeting dan lain sebagainya. Di lantai yang sama, Evan sudah lebih dulu berada di ruangannya. Bukan karena ia yang datangnya kecepatan, tetapi Naya yang izin tidak bisa datang lima menit lebih awal dari yang seharusnya, karena ada urusan pribadi. Jas Evan tergantung rapi di sandaran kursi, kemeja putihnya digulung sampai siku. Di layar laptop, beberapa email sudah terbuka, jadwal rapat hari ini yang sudah tertata rapi. Evan juga berharap semoga rutinitas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN