Tuan muda sudah pulang nyonya. Salah satu pelayan di rumah memberitahukan kedatangan Johnatan kepada tuannya. Setelah semua berkumpul papa Johnatan memberikan syarat kepada seluruh pelayan untuk menyiapkan makan malam.
Tuan muda, silahkan duduk.
Johnatan hanya diam saja dan duduk di kursi sebelah papanya.
John, papa senang kamu bisa pulang dan makan bersama dengan kami.
Iya, pa. Johnatan juga senang melihat papa kelihatan bahagia sekarang tanpa ada aku.
Sayang, kamu anak laki-laki papa satu-satunya. Mana mungkin seorang ayah tidak merasa bahagia melihat anaknya sudah besar dan bijak seperti kamu ini.
Sayang, kamu juga harus hormati ibumu walaupun dia bukan ibu kandung tapi dia sangat senang melihat kamu pulang ke rumah. Kamu harus tahu semua makan ini Ibumu menyiapkannya untuk mu.
Terimakasih pa.
Lho kok, sama papa minta terimakasihnya?
Terimakasih Tante, sudah menyiapkan makan malam ini.
Ayo sekarang kita makan, lihat dan pilih makanan ke sukaanmu. Ini untukmu dan ini juga makan yang banyak. Ibu tirinya mengambil makan dan menaruhnya di piring Johnatan.
Terimakasih, Ma.
Mama....
Kamu tadi panggil aku mama? Tanya ibu tirinya dan masih tidak percaya. Dia terharu karena sejak lama dia mengharapkan Johnatan menerima keberadaannya sebagai Ibunya.
Iya, mama.
Terimakasih.
Mas, Johnatan memanggil aku mamanya.
Iya, ya. Aku sudah mendengarnya.
Mereka makan bersama dan Johnatan merasakan kelembutan dan kehangatan dalam keluarganya lagi.
Malam ini kamu harus tidur di sini ya sayang, karena papa dan ibu akan tinggal di Jepang.
Baiklah, aku tetap melanjutkan kuliahku di sini. Jika papa dan mama mau pindah biarkan aku di sini.
Baiklah papa juga tidak memaksa kamu ikut dengan kami. Tapi, papa ingin kamu tinggal di rumah teman papa. Karena papa khawatir jika kamu tinggal sendiri.
Terserah papa.
Johnatan meninggalkan meja makan dan pergi ke kamarnya.
...............
Indah melewati.... hari pertamanya di sekolah. Akan tetapi salah seorang teman kelasnya mengajaknya berkunjung ke tempat yang biasa mereka nongkrong. Namanya Rita, dia cantik, nakal dan pintar.
Indah memang tak kalah cantik daripadanya. Akan tetapi Indah memiliki sifat yang ceria dan sedikit cerobah.
Hei.... ndah tunggu kamu mau pulang ya? tanya Rita.
Pulanglah..., emang kemana lagi aku pergi.
Gimana kalau kita makan dulu, ajak Rita sambil memohon dan meminta agar Indah ikut bersamanya.
Gimana ya, Ta. Aku nggak bisa ikut lho, nanti aku di cariin sama mamaku. Indah sedikit nggak enak dan merasa penolakannya tersinggung.
Indah...., kamu itu bukan anak SD, kamu itu sudah gede. Rita menggeledek Indah yang masih di bawah pantaun orang tuannya. Rita memaksanya ikut.
Kita cuman makan doang kok nggak ngapain-ngapain lho. Kita nggak lama kok. Bentar saja, please.... temani aku yah...
Iya oke, tapi jangan lama-lama ya cuman makan kan?
Iyah, janji deh. Serius
Rita dan Indah berjalan nggak jauh dari sekolah. Indah mengenal salah satu cowok yang berada di markas itu.
"Benar itu cowok tadi pagi"
Rita menyapa semua teman-teman yang sudah berkumpul dan mengajak Indah masuk.
Ayo Ndah, yang lain sudah nunggu kita.
Hp Indah berdering
Tunggu dulu sebentar, aku angkat telpon.
Kamu duluan jha ya Ta, aku nyusul nanti.
ya ampun kamu ini kenapa? ya uda deh cepat ya.
Iya, bentar jha. aku hanya sebentar saja angkat telpon. Kamu duluan sana.
Indah memutar balik badannya dan melihat telponya dan panggilan itu dari Ibunya Indah.
Iya halo...,ma.
Kamu sudh pulang sekolah,nak?
Sudah ma, tapi aku lagi makanbersama temanku, kenapa mama nelpon?
Ya tidak apa-apa, cepat pulang lebih awal ya sayang. Kita kedatangan tamu sore ini.
Ooh...., Siapa ma?
Indah penasaran pada tamu itu.
Nanti kamu tau, makanya kamu cepat pulang. sudah dulu mama matiin hpnya.
Iyah ma, aku pulang sekarang.
bye...,sayang. Hati-hati di jalan.
Indah mematikan Hpnya dan berjalan menuju tempat meja di mana ada Ritan dan semua nya.
Hi
Namaku Indah.... Aku satu kelas sama Intan. Sapa Indah dengan perkenalanan singkat.
welcome... Indah. Selamat datang dan selamat bergabung dengan kita anak band.
Indah belum tau kalau itu group band yang sudah populer di sekolahnya.
Jordi melihat Indah melihat kursi kosong yang barada di samping nya.
Ya sudah kamu duduk di sini saja, karena orang yang duduk di sini sudah pulang. Karena kamu sudah hadir di pertemuan ini. Kamu yang menduduki nya.
Terimakasih banyak.
Mohon maaf pada semuanya, karena saya pamit pulang sekarang. Oh ya, Rita maaf ya saya harus pulang karena mama menyuruh ku lebih awal pulang ke rumah soalnya ada acara keluarga.
Yaaaa..., kok cepat banget pulangnya.
Okelah, tidak masalah lain kali kamu bisa ngumpul lagi di sini. iya nggk guys....
Benar, benar banget. Sahut Jordi.
Ya sudah, kamu pergi lah.
Mohon maaf ya teman-teman.
Indah meminta maaf lagi karena dia tidak enak meninggalkan mereka semua.
iya..., pergilah.
Saya pamit. Indah melangkahkan kakinya keluar dan di kejar oleh Jordi.
Tunggu
Iya, kenapa?
Aku mau berbicara sebentar, bisa?
Owh..., tidak apa-apa. Mau bicara tentang apa?
Mari ke sana sebentar?
Oke.
Indah mengikuti langkah Jordi.
Setelah jauh dari markas mereka berhenti.
Mau bicara tentang apa?
Aku mengerti dan paham bahwa kamu dan aku tidak mengenal satu sama lain.
Bukan begitu maksudku.
Iya, paham.
Aku membahas tentang sahabatku.
Siapa? Temanmu yang mana?
Johnatan.
Ada apa dengan temanmu itu? Apa hubungannya denganku.
Sejak tadi kemunculan kamu di terus melihat. dan tatapan yang dia berikan padamu lain.
Apa maksudmu. Aku tidak mengerti?
Johnatan, punya masalah samamu?
Tidak, aku juga baru pertama bertemu dengannya. Tapi, kamu bilang tadi tatapan seperti apa?
Di tidak menyukai kamu.
Iya kali aku nggk kenal. Apakah dia salah orang?
Sepertinya nggk juga.
Aku hanya mengingatkan kamu agar tidak mencari masalah dengannya. Karena akan menyebabkan masalah.
Tenang saja, aku bukan perempuan yang buat onar. Sebaiknya kamu balik saja ke dalam. Nanti kecarian sama teman yang lain.
Baiklah. Aku masuk dulu.
Iya, Aku pergi.
Hati-hati kalau kenapa-kenapa bisa hubungin aku.
Ya, Terimakasih
Indah pergi dengan memesan taxi online.
Di dalam mobil Indah memikirkan tentang yang di bicarakan oleh Jordi padanya.
"Siapa yang di maksud oleh Jordi tadi. Sepertinya, aku tidak pernah berteman atau kenal dengan orang itu. Tapi, kenapa dia seperti tidak mengetahui tentang aku. Apa dia, sudahlah itu tidak mungkin. Kalau dia penjahat atau orang suruhan. ai...., aku kepikiran omongan bocah ini. Aku tidak boleh salah paham tentang orang itu.
Indah turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya, dia langsung kepikiran untuk istirahat ke kamarnya.