Beberapa saat kemudian. “Kita pulang saja pak," pinta Evany pada sopirnya setelah melihat motor Hito masuk ke gerbang rumahnya. Karena tak mungkin Evany ikut masuk ke dalam. “Baik nona," jawab sang sopir. Mobil pun mulia melaju dan melewati gerbang rumah Hito. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Evany terus memikirkan Hito yang membonceng Lisa. Aku sangat penasaran sekali dengan perempuan itu, kalau bukan saudaranya mana mungkin serumah. tapi apa iya saudara? batin Evany. Oh iya, aku sepertinya harus membereskan seseorang dulu besok. Aku tak akan membiarkan ada orang yang menghalangi pendekatanku dengan Hito, batin Evany sambil tersenyum. *** Keesokan harinya. Evany ke kampus lebih pagi dari biasanya. Saat mobil Evany masuk ke gerbang, ia melihat Jeni juga tengah berjalan kaki. "B

