Tak lama kemudian Dika kembali masuk ke ruang tamu. "Bapak! Ibu!" Seru Dika. "Ada apa?" Tanya Danu dengan datarnya. "Mau motor seperti milik kakak ipar," ucap Dika sambil berjalan masuk ke ruang tamu dan duduk di sofa single yang ada di sana. Danu langsung melihat ke arah Kirana. "Motor Hilmi itu motor gede ayah," jawab Kirana. Dika langsung tersenyum. “Untuk apa kamu ingin motor?" “Sekolahmu kan dekat Dika,” ujar Danu. "Ayah ini gimana sih," keluh Dika. "Teman-temanku sudah dibelikan motor seperti ka Hilmi oleh orang tuanya, aku kapan ayah?" tanya Dika. "Kamu ini masih SMA, belajar dulu yang benar. Setahu ayah Hilmy juga mendapatkan motor itu sebagai hadiah karena ia lulus sarjana teknik arsitektur. Kalau ayah memberikan Dika untuk reward apa?" tanya Danu. Dika langsung memanyu

