Sejujurnya ada sesuatu yang mengganjal di benak Faruq sejak beberapa hari terakhir. Akan tetapi, dia tidak bisa menjelaskan apa gerangan hal yang mengganjal itu dan tidak tahu ingin diungkapkan pada siapa, serta tidak tahu ingin mengatakan apa. Rasa-rasanya terlalu salah apabila dia mengatakan ini pada istrinya, tetapi jika tidak dikatakan maka Faruq akan kelimpungan sendiri seperti sekarang. Lebih jauh daripada itu, Faruq takut mengorek luka masa lalu yang ingin sekali ia tutup-tutupi adanya, dengan cara apa pun itu. Sayangnya masa lalu itu menjelma bak monster mengerikan yang akan melahap habis diri Faruq tanpa terkecuali, tanpa belas kasih. Dia tidak tahu—atau berpura-pura tak tahu—jika semua masa lalu itu terbongkar, maka yang akan hancur duluan ada dirinya, lalu keluarganya. Akan te

