"RA!" teriak aku setelah telepon dijawab olehnya. "Cha, apa ini kamu!" Suara Klara yang sangat nyaring membuatku ingin menjauhi ponsel yang ada di telingaku namun tidak, karena aku sangat merindukan suara ini. "Iya ini aku, Ra!" "Cha, gimana kabarmu? Disana kamu baik-baik saja, kan?" tanya Klara dengan suara yang sangat mengkhawatirkan diriku. "Aku sangat baik," jawab aku dengan suara yang menahan tangis. "Hei, awas ya kalau kau nangis!" Klara sangat mengenal suaraku. "Hem, iya!" "Apa kamu sudah hamil?" Klara memberikan pertanyaan yang membuatku membulatkan mata. Bisa-bisanya Klara menanyakan ini ketika aku sedang merindukannya dan enggan membahas nikah kontrak ini. "Hei, kenapa diam?" tanya Klara yang mencoba menyadarkan diriku yang sepertinya sedang melamunkan sesuatu. "Aku be

