RUMAH SAKIT

1506 Kata

"Iya, Tuan?" Aku langsung menatap kearah Tae Haa dengan wajah polos dan masih sedikit bengong. Aku benar-benar terkesima saat Tae Haa memanggilku dengan sebutan sayang. "Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Tae Haa yang masih menatapku. "Aku tidak memikirkan apa-apa," jawab aku dengan geleng-geleng kepala. "Yakin?" Tae Haa mendekatkan wajahnya pada wajahku, ia sedikit membungkukkan badannya dan hidung kami saling menempel. "Sayang, kenapa kamu menyembunyikan testpack ini?" tanya Tae Haa dengan wangi mulut yang begitu tercium oleh hidungku. Aroma mulut dan hembusan nafasnya sangat wangi, lalu berbeda wanginya dari lelaki lain, sepertinya Tae Haa ini sangat merawat tubuhnya. "Kenapa kamu selalu diam?" Tae Haa membelai rambutku lalu menyentuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN