"Kenalan? Bahkan aku tidak pernah keluar rumah," ucap aku dengan sedikit jengkel karena Tae Haa seperti akan membuat pertengkaran di sore hari ini. "Yakin enggak pernah keluar rumah?" Tae Haa menatapku dengan tatapan penuh curiga. "Iya enggak pernah!" tegas aku. "Bukannya kamu sering duduk-duduk di halaman depan dengan bibi," celetuk Tae Haa. "Oh, kalau itu pernah!" "Tadi katanya tidak pernah keluar rumah tadi sekarang pernah, lalu aku harus mempercayai yang mana!" Tae Haa sedikit meninggikan suaranya. "Maaf Tuan!" aku langsung menundukkan kepalaku karena merasa bersalah. "Hahaha sudah tidak perlu meminta maaf!" Sebenarnya Tae Haa hanya ingin lebih dekat dengan istri kontraknya, karena selama ini ia sadar sikap pada istri kontraknya hanya sekedar memuaskan nafsunya saja. "Tuan, bag

