Aku langsung melirik tubuhku sendiri yang agak gemuk dan perut juga mulai besar, lalu aku mengambil ponselku untuk melihat wajahku. "Aku enggak mau makan, bi!" aku langsung menatap bi Nia dengan wajah cemberut. "Loh, kenapa nyonya sedih begitu?" Bi Nia seperti merasa bersalah dengan pertanyaannya yang tadi. "Pantas saja suamiku jarang menemani aku disini, ternyata aku sudah gemuk lalu jelek pula," ucap aku dengan lesu. Bi Nia mencoba menenangkan aku dengan mengusap-usap punggungku, lalu ia mengatakan. "Nyonya, Tuan Tae Haa jarang menemani nyonya disini bukan karena nyonya gemuk tapi Tuan sibuk bekerja." Bi Nia benar-benar menenangkan aku tapi aku masih tidak merasa tenang karena aku benar-benar sedih setelah melihat wajahku. Aku kembali melihat wajahku di ponsel dan benar-benar wajahk

