PART 39

1471 Kata

Sejak perkataannya di depan apartemennya seminggu yang lalu, Elian merasa Haidar berubah. Laki-laki itu tak lagi menjadi dosen yang menyebalkan baginya. Entah kenapa, laki-laki itu sering ada di sekitarnya. Tiba-tiba menjadi orang yang sering membantunya. Tapi juga orang yang sering meminta tolong padanya. Membuat Elian sedikit tak nyaman, apalagi saat laki-laki itu tersenyum manis pada Elian. Seperti sekarang. "Taruh aja di situ." Haidar menunjuk meja di pojok ruanganya yang berisi banyak sekali berkas. "Semua udah ngumpulin, kan?" tanya dosen muda. Elian mengangguk, "Sudah, Pak," katanya pendek. "Makasih, Elian," ujar Haidar. "Kenapa Bapak akhir-akhir ini sering nyuruh-nyuruh saya, sih? Kan setiap kelas udah ada ketua kelasnya sendiri. Bapak bisa minta ketua kelas buat ngumpulin tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN