PART 47

1659 Kata

Seminggu berlalu sejak kejadian kecelakaan itu. Elian harus membayar denda karena memarkirkan mobilnya di tengah jalan. Mendapat amukan dari ayahnya karena menyalahi aturan dan bertingkah seenaknya. Dan terus mengkhawatirkan Raken, meskipun Elian sudah melihatnya berangkat kuliah. Melihatnya sudah bisa berjalan dan tersenyum kepada teman-temannya seperti biasa. Tapi Elian tak pernah berani menyapa laki-laki itu. Meskipun perempuan itu mengkhawatirkannya setiap hari. "Tumben kamu makan sendiri." Elian mendongak, menatap langsung mata laki-laki yang akhir-akhir ini selalu bersamanya. Entah apa yang dikatakan ibunya pada Haidar, laki-laki itu sekarang selalu mendekati Elian. Tapi anehnya, Elian tak merasa aneh sama sekali. Kadang Elian bersyukur Haidar selalu menemaninya. Walaupun semakin b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN