"Grace, kamu baik- baik aja?" Suara Mario menggugah Grace hingga kembali dari lamunannya. Yang ditanya langsung mengangguk. "Maaf, Pak Mario. Cuma kepikiran sama beberapa orang dari departemen Food and Beverages yang mengeluh tentang hak gaji mereka." Itulah alasan yang Grace bisa pakai dengan cepat. Beruntung otaknya bisa bekerjasama untuk menutupi kekalutan yang melanda pikirannya sejak semalam. Mario menarik map biru yang ada di hadapannya dan menyodorkannya pada Grace. "Yang itu nggak perlu kamu pikirkan. Sekarang kamu tolong ke ruangan Pak Evan dan antarkan ini. Tolong catat dengan rinci kalau Pak Evan minta direvisi. Yang ini urgent soalnya," katanya. Sejak pagi Grace berusaha untuk tidak terlibat dalam urusan dengan Evan, atau bahkan hanya berpapasan dengannya. Ia tidak ingin men

