Setelah yuna sadar dia membuka matanya perlahan untuk beradaptasi dengan cahaya di sekitarnya. Dia berada di sebuah ruangan serba putih dengan aroma khas rumah sakit. Terlihat aimmar sedang duduk di sofa sambil mengecek ponsel miliknya. Tapi sekilas ingatan yuna kembali seperti waktu itu, saat dimana dia bertemu dengan seorang anak kecil di sebuah klinik karena sama - sama terluka. Dan wajah aimmar mirip sekali dengan anak laki - laki itu. Yuna menutup matanya lagi sambil memijat keningnya. Mungkin dia baru sadar jadi tiba - tiba saja teringat tentang hal itu. Lalu, dia mencoba membuka matanya lagi dan berusaha bangun. “Apa yang kau lakukan ?” Terdengar suara panik aimmar yang segera datang menghampiri saat melihat yuna mencoba bangun. “Aku ingin duduk, ay.” Kata yuna dengan suara lem

