Hadiah Terindah

1503 Kata

Aisyah berjalan tertatih masuk ke dalam masjid. Sesekali tangannya mengelus perut yang terasa mulas. Dia merasakan mulas seperti ingin buang air besar, padahal sudah tadi pagi dia mengeluarkan isi perutnya. "Kamu kenapa Ais?" tanya Bella sedikit khawatir melihat wajah calon adik iparnya yang sedikit pucat. "Gak apa-apa mbak, sedikit mulas karena tadi pagi terlalu banyak makan sambal," terang Aisyah sedikit menghilangkan khawatir Bella. "Apa mungkin sudah waktunya melahirkan?" gumam Bella dalam hati. "Kalau mulasnya terasa lebih sering bilang mbak ya Ais, jangan ditahan," nasihat Bella. "Iya,Mbak. Makasih sudah perduli dengan keadaanku." Tanpa terasa bulir bening mengalir dari sudut netranya. Aisyah merasa terharu melihat kebaikan dan ketulusan yang diberikan Bella kepadanya. Dia mera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN