Hari ini tepat empat bulan usia pernikahan kami. Hari demi hari Mas Adam mulai berubah menjadi sosok suami yang perhatian. Tapi entah kenapa aku belum bisa mempercayainya, mungkin karena kejadian tempo hari saat dia menyebut nama Jesica setelah kami selesai memadu kasih. Sakit rasanya suami menyebut nama wanita lain. Tapi aku coba berfikir positif, membuang segala prasangka buruk yang ada. Mungkin orang bilang aku wanita bodoh, menerima suami yang masih mencintai kekasihnya. Tapi bukankah semua orang punya masa lalu. Kini Mas Adam berjanji melupakannya dan merajut asa bersamaku. Tak ada salahnya bukan memberi kesempatan? Selagi keduanya mau sama-sama berjuang mempertahankan mahligai pernikahan, maka tak ada alasan untuk berpisah bukan? **** Tumpukan berkas laporan aku pelajari sa

