Cuaca dingin di kampung halaman Damar pagi ini membuat Karin enggan untuk bangun dari ranjang. Setelah menyusui sang anak yang terbangun jam setengah tiga, perempuan berambut panjang ini gak lagi bisa tidur. Mata Karin perih karena terlalu banyak mengeluarkan airmata. Bahkan beberapa jam lalu dia ketiduran karena kelelahan menangis. Karin melirik ke arah ponsel yang masih ada di dekatnya. Sempat ragu untuk mengambil ponsel tersebut, akhirnya Karin memberanikan diri untuk menekan tombol di bagian pinggir sebentar sampai layarnya kembali menyala. Di sana, ada notifikasi chat dan juga lima panggilan gak terjawab dari Damar. Damar : Karin, kamu marah? Damar : Saya belum selesai bicara tadi, tapi sudah kamu matikan Damar : Kalau kamu tanya saya bahagia atau gak, saya bahagia dengan kehidup

