"Sheeran--" Sheeran mengangkat tangannya, menyuruh Alfdrein yang berjalan mendekat ke arahnya untuk berhenti. "Sebentar, biarkan aku berpikir," katanya tanpa mau melihat Alfdrein. Wanita itu hanya menundukkan kepalanya sejak tadi. "Sheeran," sebut Alfdrein lagi dan Sheeran kali ini mau mendongakkan kepalanya. Tatapan wanita itu sangat nanar dan begitu terluka. "Katakan padaku kalau kali ini aku sedang bermimpi. Iya kan? Aku sedan bermimpi kan? Semua ini tidak nyata kan? Kau manusia kan? Bukan makhluk seperti yang barusan aku lihat, kan?" Hal yang paling menyakitkan bagi Alfdrein adalah melihat Sheeran menangis. Dilangkahkan kakinya untuk mendekat meski Sheeran terus beringsut mundur dan sepertinya sangat enggan ia dekati. "Sheeran, aku bisa menjelaskan semuanya. Jadi tolong, tolong de

