Dion mengayunkan kakinya yang tergantung saat ia duduk di pos ronda, sesekali melihat jam dan melihat ke arah di mana terakhir Kevin tidak terlihat. “Ini kak Kevin udah hampir setengah jam kok gak nali-balik ya?” batin nya. Sembari menunggu Kevin kembali, Dion memilih mendengarkan musik dari eraphone nya. Sementara itu Kevin masih berada di rumah Almira, saat ini Kevin kesulitan mengendalikan emosi, bahkan rasa pusing yang kembali muncul di kelapanya tidak dapat mengurangi emosi yang Kevin rasakan. “Mana kartu identitasku yang asli, kamu pasti sembunyikan itu, kan?” tuding nya. “Kevin, aku gak akan biarin kamu pergi dari sini.” Almira dengan cepat langsung memeluk Kevin, melingkarkan tangan dengan erat. “Lepas.” ujar Kevin dengan dingin. “Aku gak akan lepasin kamu, aku ingin kamu tet

