“Kita mau kemana?” tanya Aliana yang kini merangkul helmnya mesra. Ia berdiri di samping Adam yang sudah siap dengan segala atributnya, lelaki itu bahkan sudah stand by di atas motor, menunggu calon kekasihnya melakukan hal yang sama di belakangnya. “Naik aja dulu. Bukan kejutan namanya kalo gue bilangin sekarang.” bilang - bilang.” Adam berusaha menahan diri untuk terus bersikap sabar karena Aliana tidak juga kunjung memposisikan dirinya. “Ayo dong Sayang, tunggu apa lagi?” “Tiba - tiba, gue jadi inget nasehat Ayah. Kata dia, gue harus hati - hati sama semua cowok.” “Lo juga hati - hati sama ayah lo? Dia cowok juga, kan?” “Kecuali Ayah,” sahut Aliana cepat. “Kakek lo?” “Kecuali Kakek.” “

