Saat Aliana masuk ke kamar Adam, gadis itu disambut dengan teriakan Adam yang memanggil namanya dengan tidak percaya. Adam masih duduk bersandar di ranjang, tubuhnya terikat dengan selimut yang kini membatasi pergerakannya. “Lana! Lana sayang, lepasin ikatanku. gue pengen peluk lo!” Adam menatap Aliana yang masih berdiri di ambang pintu dengan pandangan memelas. Astaga, betapa ia merindukan gadis manis itu. Dan sekarang Aliana ada di depannya! “Gila! gue tuh pasien! Mana ada pasien diikat gini!” kesal Adam pada Damar saat Aliana masih terdiam dan tak ada niatan membuka ikatannya. Damar terkekeh, lelaki itu nampak sangat senang bisa menyiksa sahabatnya ini. Lelaki itu lalu mengajak Bela untuk keluar, memberikan ruang pada kedua pasangan itu. Kini, dikamar yang tertutup itu hanya ada Ada
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


