Pov dini "Yang seharusnya dilaporkan itu, bapak. karena Bapak lah yang hendak menjodohkanku, dengan Pak Wahyu. Berarti Bapak yang menipunya! Bappak jahat, bapak tega, bepak berbuat sesuka hati. tanpa memperdulikan perasaan anakmu." ungkapku, entah keberanian dari mana sampai-sampai bisa berucap seperti itu. "Kamu. kurang ajar banget jadi anak, pakai ngebantah segala!" bentak bapak sambil menatap tajam ke arahku. sehingga membuatku merasa ngeri dibuatnya, karena baru sekarang Bapak menunjukkan sifat aslinya. "Udahlah Pak, biarin saja. jangan urusin anak yang keras kepala seperti ini. yang penting sekarang, dia harus pencabut laporannya, untuk membebaskan Dani, anak kita." Ucap ibu menenangkan bapak. Diingatkan seperti itu. bapak hanya mendengus kesal, karena emosinya tidak tersalur

