Pov dini Setelah kepergian Kak Darda dan Kak Angga, suasana kamar Rumah Sakit pun Hening seketika. aku sibuk memainkan ujung selimut, sedangkan Kak Dali sibuk dengan lamunannya, tak ada sapaan yang keluar dari bibir kita berdua. "Emang," ucap kita berdua serempak, sambil saling menatap. "Emang apa" pria tampan dengan lesung pipit itu bertanya. "Nggak, kakak dulu aja, emang kenapa?" jawabku, sambil menundukkan kepala, kembali memainkan ujung selimut. "Perempuan lebih dulu," Kak Dali memamerkan lesung pipit. "Emang, aku nggak ngerepotin kalau aku harus tinggal di kosan kakak," jawabku terbata-bata, Karena rasa malu Yang berkecambuk dalam d**a. "Justru itu, aku mau bertanya. emang kamu mau tinggal bareng sama aku," Kak Dali bertanya, sambil menatapku. Tak ada penuturan yang k

