5, mulai mengenal

215 Kata
pribadinya tertutup untuk semua orang.tapi setelah mengenal lebih dekat ternyata dia orang yang sangat asik untuk diajak bicara. awal kedekatan kami banyak yang tidak menyangka bahwa aku bisa lebih leluasa mengobrol dengannya dibanding siswa perempuan lain. dan itu sudah mulai membuat mereka berfikir aku tertarik padanya.terserah mereka mau berkata apa.memang kenyataannya begitu kan untuk apa aku menampiknya.menampik perasaan sendiri. setelah beberapa waktu dan seringnya aku mengantarnya pulang.ternyata aku semakin mengenal dirinya yang begitu lembut dan baik. aku tunggu diparkiran ya.." Han... hari ini aku pulang sendiri saja ya.." aku tidak mau merepotkan mu.maaf.." katanya dengan lembut dan hati hati takut membuatku tak enak hati. kenapa... aku merasa tidak kerepotan.." ucapku memandangnya. bukan Raihan namanya kalo tidak berusaha keras untuk mewujudkan keinginannya.. ya aku adalah tipe orang yang berambisi untuk sesuatu yang aku inginkan.seperti saat ini.walau terkesan memaksa aku tak peduli. sebetulnya aku tahu sifat ku yang satu ini sebenarnya tidaklah patut.tapi sekali lagi aku tidak peduli.aku akan tetap berusaha keras untuk mendapatkan apapun itu yang aku inginkan. lembut.dan selalu tersenyum. itulah Hana.dan aku mulai mengenalnya sedikit demi sedikit karakternya. dia mudah mengalah untuk membuat orang lain bahagia. padahal apa yang terjadi dihidupnya adalah sesuatu yang pilu.kehilangan kedua orang tua disaat diri masih sangat membutuhkan pelukan kasih sayang keduanya. dan setelah lebih mengenalnya aku semakin mencintainya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN