9.wajah baru

306 Kata
aku sungguh tidak percaya bahwa aku diterima di perusahaan yang besar ini. dari seleksi yang begitu ketat.dan bersaing dari ratusan pelamar. wawancara yang menegangkan telah ku lewati. sungguh setiap arsitek baru mendambakan untuk bisa bergabung di perusahaan ini. dengan mantap ku langkahkan kaki, bergerak cepat menuju tempat kerja hana.sekarang setelah lulus kuliah Hana sudah bekerja di perusahaan yang sesuai dengan bidangnya. datang menjemputnya karena aku sudah berjanji ingin merayakan aku yang mendapat pekerjaan. ia tersenyum manis menyambutku di lobby kantor nya. kami berencana akan makan di warung lesehan langganan kami. "dari tadi nunggunya..." tanyaku "gak koq baru aja turun..." jawabnya. "yuk berangkat..." ucapku sambil memberikan helm kepadanya. motorku melaju membelah jalanan.sore ini jalanan mulai padat merayap.karena sore hari pada jam kerja adalah waktu dimana semua pekerja pulang kerumah. "selamat ya.. sayang.." ucapnya setelah kami duduk di warung lesehan langganan kami. dia memberikan ku sebuah kado.aku membukanya ternyata isi nya adalah sebuah dasi yang sangat bagus.perusahaan tempat ku bekerja memang harus berpenampilan rapih. "terima kasih ya..." balasku sambil tersenyum bahagia. paginya aku lebih awal bangun.maklum hari pertama bekerja.aku tidak ingin datang terlambat dan membuat citraku langsung buruk di hari pertama bekerja. kemeja biru muda dan celana bahan hitam menjadi pilihanku pagi ini.tak lupa aku memakai dasi yang Hana berikan malam tadi. sambil memakai dasi, aku tersenyum sendiri.mengingat ciuman kami malam tadi.jujur meski kami telah menjalin hubungan cukup lama.hanya rangkulan lah aktifitas fisik yang paling intim yang kami lakukan. karena aku sangat mencintai Hana dan aku tidak ingin merusaknya. ternyata ruanganku cukup luas juga untuk pemula seperti ku. aku tergabung dalam satu tim di kantor ini. ada wajah wajah baru yang aku temui. ada satu sosok wajah yang sedari tadi memperhatikan ku. hanya saja aku tidak menanggapi.aku hanya ingin Hana ku saja yang ada dipikiran ku. tidak ingin yang lain.bahkan wajah baru yang sedari tadi mencuri pandang kearahku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN